33.000 Anak dan Perempuan Palestina Wafat
Serangan Israel di Gaza dok.anadoluagency
GAZA — Kementerian Luar Negeri Palestina pada Selasa (25/11/2025) menyatakan, sebanyak 33 ribu perempuan dan anak perempuan Palestina telah meninggal dalam serangan Israel dalam dua tahun.
“(Israel melakukan) kejahatan sistematis terhadap perempuan Palestina, termasuk genosida, pembunuhan di luar hukum, penghilangan paksa, penahanan sewenang-wenang dan administratif, penyiksaan dan kekerasan seksual, pembongkaran rumah, perampasan tanah, terorisme pemukim, kelaparan, dan intimidasi,” sebut kementerian tersebut melansir Anadolu Agency.
Hal ini disampaikan dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh kementerian untuk memperingati Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan.
Kementerian tersebut menyatakan, lebih dari 12.500 perempuan dan 20 ribu anak-anak telah meninggal akibat tembakan Israel di Gaza semenjak Oktober 2023. Hal ini disampaikan dengan mengutip data dari Kantor Media Pemerintah Gaza.
Kementerian menuduh Israel menggunakan alat dan teknologi pengawasan canggih. Ini termasuk kecerdasan buatan dan mata-mata siber, untuk menargetkan dan meneror warga Palestina, terutama perempuan.
“(Menekankan) kebutuhan mendesak untuk mempertahankan momentum internasional guna mengakhiri pendudukan kolonial ilegal Israel, menerapkan solusi dua negara dengan kemerdekaan Negara Palestina, dan melindungi hak-hak asasi rakyat Palestina, termasuk hak mereka untuk menentukan nasib sendiri, kemerdekaan, dan hak untuk kembali tanpa batasan,” sebut Kementerian.
Semenjak Oktober 2023, tentara Israel telah membunuh hampir 70 ribu orang dan melukai hampir 171.000 lainnya dalam perang di Gaza. Zionis juga telah menghancurkan sebagian besar wilayah kantong tersebut.
