Hakikat Tauhid
dok.sundayguardian
— Setiap muslim wajib mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Melalui tauhid akan mengantarkan manusia kepada kehidupan yang baik di akhirat kelak.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ ٥٦
Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku. (QS. Adz-Dzariyat ayat 56)
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِيْ كُلِّ اُمَّةٍ رَّسُوْلًا اَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَۚ
Sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah dan jauhilah tagut!” (QS. An-Nahl ayat 36)
وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا ٢٣ وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ ٢٤
Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia. (QS. Al-Isra ayat 23-24).
وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun (berbuat syirik). (QS. An-Nisa ayat 36)
Mengutip Kitab Tauhid oleh Syaikh Muhammad at-Tamimi, ringkasan kandungan terkait hakikat dan kedudukan tauhid di antaranya:
- Hikmah diciptakannya jin dan manusia oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
- Ibadah adalah hakikat tauhid, karena pertentangan yang terjadi (antara Rasulullah shallallahu’alaihwasallam dengan kaum musyrikin) adalah dalam masalah tauhid ini.
- Barangsiapa yang belum melaksanakan tauhid ini, maka ia belum beribadah (menghamba) kepada Allah. Di sinilah letak pengertian Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ
“Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.” (QS. Al-Kafirun ayat tiga).
- Hikmah diutusnya para rasul, (ialah: Untuk menyerukan tauhid dan melarang syirik).
- Pengutusan Rasul telah mencakup seluruh umat.
- Bahwa ajaran/tuntunan para nabi adalah satu (yaitu: Tauhid pemurnian ibadah kepada Allah).
- Masalah besar, yaitu: Bahwa ibadah kepada Allah tidak akan dapat terwujud dengan sebenar-benarnya kecuali dengan mengingkari thaghut. Dan inilah pengertian Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, فَمَنْ يَّكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَيُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى
“Barangsiapa ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat.” (QS. Al-Baqarah ayat 256).
- Pengertian thaghut bersifat umum, meliputi setiap yang diagungkan selain Allah.
