Pemerintah Israel Setuju Akhiri Perang Gaza
Pemerintah Israel dok.anadoluagency
TEL AVIV — Pemerintah Israel menyetujui perjanjian untuk mengakhiri perang di Gaza. Mereka juga sepakat bertukar tahanan dengan faksi-faksi Palestina.
Hal ini disampaikan dalam pernyataan yang dikeluarkan Jumat (10/10/2025) pagi oleh Kantor Perdana Menteri Israel.
“Pemerintah, yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu, menyetujui perjanjian untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza dan memulangkan semua sandera (tahanan Israel di Gaza),” sebutnya melansir Anadolu Agency.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump pada Rabu (8/10/2025) mengumumkan, Israel dan kelompok Palestina Hamas telah menandatangani tahap pertama kesepakatan Gaza.
“Saya sangat bangga mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menandatangani Tahap pertama Rencana Perdamaian kami,” kata dia.
“Ini berarti semua sandera akan segera dibebaskan, dan Israel akan menarik pasukan mereka ke garis yang disepakati sebagai langkah pertama menuju perdamaian yang kuat, langgeng, dan abadi,” lanjut Trump.
Dia mengatakan, semua pihak akan diperlakukan secara adil. Trump menggambarkan momen ini sebagai hari luar biasa bagi dunia Arab dan Muslim, Israel, negara-negara tetangga, dan AS.
Sementara Kepala Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) Philippe Lazzarini pada Kamis (9/10/2025) memuji perjanjian gencatan senjata untuk mengakhiri perang Israel selama dua tahun di Gaza.
Dia menyerukan negara-negara anggota PBB untuk mendukung badan tersebut dalam menjalankan misi kemanusiaannya di Gaza.
“Perjanjian untuk akhirnya mengamankan gencatan senjata di Gaza dan membebaskan para sandera merupakan kelegaan yang sangat besar. Perjanjian ini akan memberikan kelegaan bagi orang-orang yang selamat dari pemboman, pengungsian, kehilangan, dan kesedihan terburuk selama dua tahun,” kata Komisaris Jenderal UNRWA, Lazzarini.
