Arab Saudi selesaikan Kontrak Haji dengan 77 Negara
dok.saudigazette
RIYADH — Menteri Haji dan Umrah, Tawfiq Al-Rabiah mengumumkan, Arab Saudi telah menyelesaikan kontrak penyelenggaraan haji bagi lebih dari satu juta jamaah. Ini terjadi enam bulan sebelum pelaksanaan haji tahunan.
“Ini merupakan angka yang belum pernah terjadi sebelumnya dan pencapaian bersejarah,” kata Al-Rabiah dalam jumpa pers pada Rabu (12/11/2025), hari terakhir Konferensi dan Pameran Haji ke-5 yang diselenggarakan di Jeddah Superdome.
Al-Rabiah mengatakan, kementerian telah menandatangani kontrak haji dengan 77 negara. Selain itu, sektor swasta Saudi telah menandatangani lebih dari 3.000 kontrak dengan operator haji dari berbagai negara untuk haji 2026.
“Konferensi dan Pameran Haji yang berlangsung selama empat hari ini menyambut lebih dari 160 ribu pengunjung meningkat 33 persen dari tahun lalu dengan partisipasi dari 150 negara,” kata dia.
“Minat yang semakin meningkat ini mencerminkan pengakuan masyarakat internasional atas kepemimpinan Kerajaan dalam menyelenggarakan dan mengelola operasional haji dengan keunggulan dan inovasi,” lanjutnya.
Selain itu, Al-Rabiah memuji perhatian dan dukungan Putra Mahkota terhadap segala kontribusi pada keselamatan dan pelayanan jamaah. Ia menekankan, kepemimpinan ini terus mendorong upaya Kerajaan untuk meningkatkan pengalaman haji.
Dia mengatakan, sekitar 300 entitas terkait layanan haji, baik dari sektor publik maupun swasta, berpartisipasi dalam pameran tersebut. Ini dilakukan untuk menyebarluaskan informasi tentang beragam layanan untuk jamaah.
Salah satu peserta penting dalam acara tahun ini adalah Yayasan Penelitian dan Arsip Raja Abdulaziz (Darah).
“Partisipasi ini mencerminkan komitmen berkelanjutan Yayasan untuk melestarikan dan mendokumentasikan sejarah haji yang kaya dan hubungannya yang mendalam dengan warisan Islam Kerajaan,” kata Al-Rabiah.
