Kebakaran Hong Kong, 44 orang Tewas
Kebakaran di Hong Kong pada Rabu (26/11/2025) dok.anadoluagency
HONG KONG — Kebakaran yang terjadi pada Rabu (26/11/2025) di kompleks perumahan delapan gedung di distrik Tai Po, Hong Kong, telah merenggut 44 nyawa. Di samping itu, 279 orang masih hilang.
South China Morning Post (SCMP) melaporkan, jumlah korban jiwa akibat kebakaran terus meningkat.
Kebakaran terjadi sekitar tengah hari Rabu di kompleks tersebut. Ini terdiri dari lebih dari 1.900 apartemen, dan menyebar dengan cepat karena perancah bambu yang dipasang di bagian luar untuk pekerjaan renovasi.
Menurut pernyataan dari pemadam kebakaran setempat, 44 orang, termasuk seorang petugas pemadam kebakaran, telah meninggal dunia. Di antara mereka yang dibawa ke rumah sakit karena luka-luka, 45 orang masih dalam kondisi kritis.
Melansir Anadolu Agency, dari tujuh gedung yang dilalap api di kompleks tersebut, tiga telah berhasil dikendalikan. Sementara kebakaran masih terjadi di empat gedung.
Sebanyak 279 orang masih hilang dan 26 tim pemadam kebakaran masih melanjutkan operasi pemadaman.
Selain itu, polisi juga telah menahan tiga orang, dua manajer dan seorang insinyur konsultan dari perusahaan konstruksi yang melaksanakan renovasi atas dugaan pembunuhan tak disengaja.
Pihak berwenang menyatakan, perancah bambu yang didirikan untuk renovasi dan material plastik busa yang menutupi jendela berkontribusi signifikan terhadap penyebaran api yang cepat.
“Kami memiliki alasan untuk meyakini bahwa individu yang bertanggung jawab di perusahaan tersebut sangat lalai, yang menyebabkan api menyebar dengan cepat dan mengakibatkan banyak korban jiwa,” kata Inspektur Senior Eileen Chung Lai-yee.
Menteri Keamanan Hong Kong, Chris Tang mengatakan, investigasi awal menunjukkan kecepatan penyebaran api tidak biasa, terutama karena material insulasi busa.
“Kami menemukan bahwa material yang menutupi dinding bangunan, jaring di sekitar perancah, dan terpal tahan air menyebabkan api menyebar jauh lebih cepat daripada yang terjadi dengan material yang memenuhi standar keselamatan,” kata dia.
