3 Januari 2026
thumbs_b_c_948bc77c5a279210defac44e8f12d549

dok.anadoluagency

ABU DHABI — Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan penghentian kehadiran militernya di Yaman pada Selasa (30/12/2025) di tengah meningkatnya ketegangan di selatan negara itu.

“Mengingat perkembangan terkini dan implikasi potensial terhadap keselamatan dan efektivitas tugas kontra-terorisme, Kementerian Pertahanan mengumumkan penghentian tim kontra-terorisme yang tersisa di Yaman atas kemauan sendiri, dengan cara yang memastikan keselamatan personelnya, dan berkoordinasi dengan mitra terkait,” sebut kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan, melansir Anadolu Agency.

Kementerian tersebut menyatakan, UEA telah menjadi anggota koalisi Arab pimpinan Saudi sejak 2015 untuk mendukung legitimasi di Yaman. Selain itu juga untuk mendukung upaya internasional dalam memerangi organisasi teroris, dan membantu mencapai keamanan dan stabilitas di Yaman.

Kementerian tersebut menekankan bahwa pasukan Emirat telah melakukan pengorbanan besar untuk mencapai tujuan-tujuan ini.

Menurut pernyataan tersebut, pasukan UEA mengakhiri kehadiran militer mereka di Yaman pada 2019 setelah menyelesaikan tugas-tugas yang telah ditentukan. Sementara yang tersisa setelahnya terbatas pada tim-tim khusus dalam upaya kontra-terorisme dan berkoordinasi dengan mitra internasional yang relevan.

Ketua Kantor Media Nasional UEA, Abdulla Mohammed Butti Al Hamed mengatakan, pendekatan Abu Dhabi dipandu oleh kebijaksanaan daripada emosi. Kemudian menekankan bahwa hubungan dengan Arab Saudi berakar pada darah, pengorbanan bersama, dan masa depan bersama.

“Apa yang mengikat kita dengan Kerajaan Arab Saudi melampaui geografi dan politik; itu adalah darah yang bercampur di medan perang, sejarah yang ditulis dengan pengorbanan, dan masa depan yang hanya dapat kita bayangkan bersama,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *