UNICEF: Hampir 9.300 anak Gaza Malnutrisi Akut
Korban malnutrisi dan kelaparan di Gaza akibat blokade Israel dok.anadoluagency
NEW YORK — UNICEF memperingatkan pada Sabtu (29/11/2025), hampir 9.300 anak di bawah usia lima tahun di Gaza didiagnosis menderita malnutrisi akut parah pada Oktober.
“Tingkat malnutrisi yang tinggi terus membahayakan nyawa dan kesejahteraan anak-anak di Jalur Gaza, diperparah dengan datangnya cuaca musim dingin yang mempercepat penyebaran penyakit dan meningkatkan risiko kematian di antara anak-anak yang paling rentan,” sebut UNICEF melansir Anadolu Agency.
Menurut UNICEF, pemeriksaan gizi yang dilakukan oleh badan tersebut dan mitranya bulan lalu mengidentifikasi hampir 9.300 anak di bawah usia lima tahun dengan malnutrisi akut pada Oktober.
Badan tersebut menyatakan, sejumlah besar pasokan musim dingin masih tertahan di perbatasan Gaza dan menyerukan pengiriman bantuan kemanusiaan yang aman, cepat, dan tanpa hambatan ke wilayah tersebut.
“Saat cuaca musim dingin tiba, ribuan keluarga pengungsi tetap berada di tempat penampungan sementara tanpa pakaian hangat, selimut, atau perlindungan dari cuaca, sementara hujan deras telah menghanyutkan sampah dan limbah melalui banjir dan masuk ke daerah pemukiman,” sebutnya.
“Meskipun ada kemajuan, ribuan anak di bawah usia lima tahun masih mengalami malnutrisi akut di Gaza, sementara banyak lagi yang tidak memiliki tempat berlindung, sanitasi, dan perlindungan yang layak terhadap musim dingin,” kata Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell.
Russell juga menyerukan pembukaan semua penyeberangan ke Jalur Gaza. Dia meminta prosedur izin yang disederhanakan dan dipercepat serta prioritas yang jelas untuk masuknya pasokan kemanusiaan.
Peringatan itu muncul meskipun gencatan senjata berlaku efektif pada Oktober. Ini karena Gaza menghadapi tekanan kemanusiaan yang semakin meningkat.
